PATOFISIOLOGI PARKINSON


PARKINSON

Definisi
Penyakit Parkinson adalah gannguan otak progresif yang ditandai dengan kehilangan neuron di area otak tengah yang dikenal sebagai substansia nigra. Neuron ini menggunakan dopamine sebagai neuron transmitter dan menunjukan aksonnya ke thalamus dan area kaudatus dan putamen ganglia basalis. Penyakit Parkinson terjadi disekitar 80% sel yang membentuk substansia nigra hilang; ada juga penurunan reseptor dopamine di ganglia basalis. Awitan penyakit biasanya terjadi pada dekade keenam atau ketujuh kehidupan. Penyakit ini adalah penyakit neurodegeneratif yang paling sering kedua pada individu dewasa. Walaupun ada sedikit pengaruh genetic pada perkembangan penyakit Parkinson, tampak sangat terbatas pada penyakit awitan dini (sebelum usia 50 tahun).
Etiologi
Penyakit parkinson sering dihubungkan dengan kelainan neurotransmitter di otak dan faktor – faktor lainnya seperti : 
  •    Defisiensi dopamine dalam substania nigra di otak memberikan respons gejala penyakit parkinson
  •    Etiologi yang mendasarinya mungkin berhubungan dengan virus, genetic, toksisitas, atau penyebab lain yang tidak diketahui


Mekanisme
Abnormalitas patologis PD yang utama adalah degenerasi sel dengan hilangnya syaraf dopaminergic yang terpigmentasi di pars compata substansia nigra di otak dan ketidakseimbangan sirkuit motor ekstarpiramidal (pengatur gerakan di otak). Degenerasi sel terjadi karena degenerasi nukkleus di sejumlah sel syaraf yang memproduksi dopamine di otak. Dopamine adalah neurontransmitter yang menstimulasi neuron motoric dimana sel syaraf tersebut dapat mengontrol otot. Ketika produksi dopamine menipis (bahkan habis), system syaraf motoric tidak dapat mengontrol baik beruoa gerakan dan koordinasi. Pasien PD kehilangan sekitar 80% sel yang memproduksi dopamine secara bertahap saat gejala Parkinson mulai muncul. Penyebab PD difokuskan pada area di otak yang disebut dengan substansia nigra dan locus coeruleus.
Penyakit parkinson dihubungkan dengan penurunan kadar dopamin yang terjadi akibat penghancuran sel-sel neuron berpigmen di substansi nigra regio ganglia basalis otak. Terkurasnya cadangan dopamin di area otak ini menyebabkan lebih banyak neurotransmiter eksitasi dibandingkan neurotransmiter inhibisi sehingga terjadi ketidakseimbangan yang mempengaruhi pergerakan volunter. Degenerasi seluler menyebabkan kerusakan saluran ekstrapiramidal yang mengendalikan fungsi semiautonomi dan pergerakan terkoordinasi, sel-sel motorik pada korteks motorik dan traktus piramidal tidak terpengaruh.
Dopamine bekerja sebagai neurontransmitter inhibisi; dengan demikian, penurunan stimulasi dopamine dii subtansia nigra dan ganglia basalis menyebabkan ketidak seimbangan antara neurontransmitter inhibisi ini dan neurontransmitter eksitasi asetilkolin. Tanpa dopamine, neuron distimulasi secara berlebihan oleh asetilkolin yang rigiditas. Tonus otot berlebihan yang ditandai dengan tremor dan adanya keresponsitas emosi walaupun sering kali tidak ada deficit emosional atau kognitif pada pasien penyakit Parkinson.
Gejala
Tanda dan gejala hipertiroidisme meliputi :
     Tremor
     Kekakuan
     Kelemahan Gerakan (Bradikinesia)
Daftar Pustaka
Batticaca, Fransisca B. 2008. Asuhan keperawatan pada klien dengan gangguan sistem pernafasan. Jakarta : Salemba Medika
Corwin, Elizabeth J. 2008. Buku saku Patofisiologi Edisi 3. Jakarta : EGC
Ikawati, Zullies. Farmakoterapi penyakit sistem syaraf pusat. Yogyakarta : Bursa Ilmu Karangkajen

Comments

Popular posts from this blog

PATOFISIOLOGI HIPERTIROIDISME

ANTIBODI MONOKLONAL